top of page

RS. Lawang Medika
Seluruh Karyawan
Budaya Keselamatan
Budaya keselamatan di rumah sakit merupakan suatu lingkungan kolaboratif dimana para dokter saling menghargai satu sama lain, para pimpinan mendorong kerja sama tim yang efektif, dan menciptakan rasa aman secara psikologis serta anggota tim dapat belajar dari insiden keselamatan pasien, para pemberi layanan menyadari bahwa ada keterbatasan manusia yang bekerja dalam suatu sistem yang kompleks dan terdapat suatu proses pembelajaran serta upaya untuk mendorong perbaikan.
Perilaku yang tidak mendukung budaya keselamatan diantaranya adalah perliaku yang tidak layak seperti kata-kata atau bahasa tubuh yang merendahkan atau menyinggung perasaan sesama staf, misalnya mengumpat dan memaki, perilaku yang menggangu, bentuk tindakan verbal atau non verbal yang membahayakan atau mengintimidasi staf lain, perillaku yang melecehakn terkait dengan ras, agama, dan suku termasuk gender serta pelecehan seksual.
Seluruh pemangku kepentingan di rumah sakoit bertanggung jawab mewujudkan budaya keselamatan dengan bebagai cara. saat ini dirumah sakit masih terdapat budaya menyalahkan orang lain ketika terjadi suatu kesalahan, yang akhirnya menghambat budaya keselamatan sehingga pimpinan rumah sakit harus menerapkan perlakuan yang adil ketika terjadi kesalahan, dimana ada saatnya staf tidak disalahkan ketika terjadi kesalahan, dimana ada saatnya staf tidak disalahkan ketika terjadi kesalahan, misalnya pada kondisi:
a. komunikasi yang kurang baik anatar pasien dan staf
b. perlu pengambilan keputuasan secara cepat
c. kekurangan staf dalam pelayanan pasien
Di sisi lain terdapat kesalahan yang dapat diminta pertanggung jawabanya ketika staf dengan sengaja melakukan perilaku yang tidak diinginkan (perilaku sembrono) misalnya:
a. tidak mau melakukan kebersihan tangan
b. tidak mau melakukan time out sebelum operasi
c. tidak mau memberikan tanda pada lokasi pembedahan
Ruamah sakit harus meminta pertanggung jawaban perilaku yang tidak diinginkan( perilaku sembrono) dan tidak mentoleraansinya. pertanggung jawaban dibedakan atas:
a. kesalahan manusia (human error) adalah tindakan yang tidak disengaja yatu melakukan kegiatan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan.
b. perliaku beresiko (risk behavior) adalah perilaku yang dapat meningkatkan risiko misalnya mengambil langkah pada suatu proses layanan tanpa berkonsultasi dengan atasan atau tim kerja lainnya yang dapat menimbulkan risiko
c. perilaku sembrono (risk behavior) adalah perliaku yang secara sengaja mengabaikan risiko yang substansial dan tidak dapat dibenarkan
bottom of page
